Kepingan Biskuit

Just the darkest mind of biscuit

Open diary

July25

25.07.20
Saat itu lo mengajak vc, sebenarnya gue ada kegiatan lain namun karna gue sudah mengiyakan dan gue baru inget kegiatannya setelah ngmg sama lo jadi gue gabisa batalin janji vc-nya

Baiklah, itu tidak masalah.
Yang jadi masalah adalah lo yang sibuk sendiri sepanjang vc. Gue merasa…kok sekarang lo kayak gitu sih, sibuk sendiri? Lalu gue teringat, seandainya itu gue yang sibuk sudah pasti lo marah walaupun gue cuma sibuk beberapa detik.

Lo ngerti kan perasaan itu? Ya tentu saja.
Hanya saja, yang lebih membuat gue marah adalah lo menyepelekan dm gue. Gue tau lo lagi sibuk story sama temen-temen lo tapi beberapa jam sebelumnya, apa lo gabisa bales dm gue? Kadang gue jadi males ngirim post kalo lo laterep dan mungkin gaakan membales dm gue.

Dan gue gasuka cara lo bilanh “ya karna pas story langsung pencet, gak buka dm”. Bayangin kalo gue yang kayak gitu, lo akan marah. Lo gabakal terima alasan gue. Dan sisanya lo ngertilah. I know lo lagi sama temen-temen lo tapi…hargain perasaan gue juga. Kalo lo mau minta maaf, minta maaflah dengan baik dan benar. Jangan bercanda begitu. Mungkin lo gapaham ekspresi gue hari ini tapi sesungguhnya gue sendiri bergetar menahan kesedihan gue.

Hanya karena gue bilang ” Baik-baik saja” Bukan berarti benar baik-baik saja. Tidakkah lo bisa menangkap sinyal dari ekspresi dan intonasi suara gue?

Last, gue gamau ngomong ini ke elo tapi daripada gue cape menahan terus perasaan ini dan akhirnya melukai satu sama lain, lebih baik gue ngomong demi kebaikan kita bersama.

Sekian.

posted under Uncategorized

Email will not be published

Website example

Your Comment: