Kepingan Biskuit

Just the darkest mind of biscuit

Peduli, Selamat Tinggal.

September11

Gue pamit.
Untuk hal-hal yang berbau kepedulian

Gue rasa,
Seharusnya gue membatasi diri untuk berubah
Gue rasa,
Seharusnya gue gak terpengaruh dengan ajaran kebaikan
Termasuk hati yang mau mencairkan kebekuan hati gue

Selama ini,
Tidak peduli—membuat gue lebih bahagia
Mungkin, gue lebih enjoy dengan tidak menjadi peduli
Karna gue gaperlu memikirkan semuanya
Gak perlu merasakan semuanya
Hingga emosi gue tercampur aduk dengan emosi manusia lainnya

Gue cukup jadi seperti robot.
Tak punya perasaan, hanya logika
Dengan begitu, hati gue tak perlu merasa tersakiti
Dan gue tidak perlu terlalu berlebihan untuk semuanya

Read the rest of this entry »

posted under Puisi | No Comments »

Iceberg Syndrom

September11

Apa yang kau pikirkan tentang semesta ini?

Apakah kau berpikir sampai diluar batas nalar?

Atau kau hanya mempercayai apa yang mungkin ditawarkan dunia sebagai porsi untukmu?

 

Pada satu titik,

Aku merasa bahwa…

Ada satu hal yang pasti dipegang teguh oleh setiap orang

Yaitu apa yang dapat dilihat oleh matanya

Dan kemudian mereka berpikir,

Bahwa mereka telah melihat seluruh dunia

Padahal,

Mereka hanya disodorkan permukaannya saja

 

Dan kupikir,

Semua manusia pasti memiliki sindrom ini

Sebut saja sindrom gunung es

 

Sindrom ini bersifat manipulatif

Memaksa otak hanya mempercayai apa yang dapat dibuktikan atau dilihat

Tetapi sebenarnya,

Ada banyak hal diluar sana—

Tak dapat cukup kau mengerti

Hanya karena kau melihatnya

Dan itulah sebuah sisi yang tenggelam

dari sebuah gunung es

Read the rest of this entry »

posted under Puisi | No Comments »

September1

Sekarang aku paham

Yang paling pengertian dihari-hari gelapmu

Hanyalah beberapa bantal yang tetap setia menemanimu

Dikala malam, ketika kau ingin menangis sejadi-jadinya

Dan hanya ingin sendirian dengan pikiranmu terdalam

Dia ada disana

 

Tak pernah marah memberontak

Walaupun kau curahkan amarahmu padanya

Dan yang selalu ada untuk kau peluk

Disaat orang lain menghindarimu

Dan tak perlu ada butir-butir air mata yang disembunyikan

Karna semuanya bebas mengalir begitu saja

Dan dia tak akan mencemoohmu

Atau menyalahkanmu ketika kau terlalu cengeng hari ini

 

Dia disana

Diam menunggumu

Dan mengerti dalam diam

 

posted under Puisi | No Comments »

September1

No one can understand you more than yourself.
Whenever you try to express it so clearly
Still there is a cloud that hide a little part from what do you feel
That people can’t reach the meaning of
your hidden words, hidden feeling, hidden desire

You say you really hurt
But the wounds still yours, not them
They only can help about the cure
But to heal about yourself,—it still be your part
No one can take over that part from you

And inside your heart
You always think what you want to think
What you feel
And you always think about your right side
Try to avoid others feeling
To save yourself first

Because sometimes we are tired to be a defeated person
And try to win our ego
And it is natural,
the real about “human nature”

You are you.
The only person that have a control for yourself
And one more time,—
The only one that understand you are…
Yourself

posted under Puisi | No Comments »

Call 12.24

August20

Dua panggilan tidak terjawab,

Diiringi rasa gelisah dalam tiap deringnya

Antara ingin dan takut,—

Bercampur menjadi satu

 

Sederhana.

Yang diteleponnya bukanlah orang besar

Bukan pula orang yang menakutkan

Hanya saja,

Dia adalah orang yang berarti untuknya

Tapi sayangnya,

Dua malam lalu ia menyakitinya

 

Ada terbesit keinginan yang begitu dalam yang timbul dari hatinya

Tapi sayangnya, rasa takut juga mengalir dalam darahnya

 

Ingin memperbaiki segalanya dengan satu panggilan telepon

Tetapi kalau yang diseberang sana mengangkat,

Apa yang harus dijadikan kalimat pembuka?

 

Memang benar,

Menelpon sedari dulu terasa sulit

Dan lebih sulit lagi,

Ketika harus menelpon,

Untuk menyelesaikan masalah

posted under Puisi | No Comments »

Are We Still Made From Steel?

August19

Dear My Bestfriend,

Do our friendship still made from steel?

Can we overwhelm all the problem instead torture each other?

Will we always face all the problem together?

Or we just run from each other?

 

Both of us know

We have done everything together

From laugh to tears

Together in craziness

Together in all battleship

Act like superhero that never feel afraid of anything

 

But when the things about us

Are we still made from steel

That cannot be broken by anything

 

Or

We just set our heart like steel

Think about ourselves only

And not try to keep good communication

Put aside our ego

Then we torture together

In different path

Can’t rely each other

Because too much pain that we hold

Make us blind about all beautiful story

That created by each other

 

I still wish

That our friendship never be broken

Like steel

And so we are

 

posted under Puisi | No Comments »

I Don’t Think I Can Make It Right

August19

I think I can fix anything

I think I can keep myself on the right track

I think I will not break anything

But all I do
Only make it worse
Make others heart feel more pain

Break trust.
Disappointed.

Honesty hurt me
Hurt you
Hurt us
Torture all good things
Between us

Why my ego play dumb towards me?
Why my logic don’t stop me to torture person
that I promise that I will never hurt

Why?
Why everything so messed up
No.
I think myself more messed up
And it ends me to hurt people that really close to me

All the regret
All the good words
All of apology
Could it make it right?
.
.
.
All the things that I’ve broken?
I just wonder

posted under Puisi | No Comments »

Apa hal yang paling menyesakkan dalam hidup?

August16

Apa hal yang paling menyesakkan dalam hidup?

 

Mungkin banyak hal.

 

Ada harapan yang tidak terwujud

Walaupun menginginkannya begitu keras

 

Ada berbagai macam pilihan

Tapi tidak ada kebebasan untuk memilih

 

Ada luka-luka masa lalu

Yang terulang seperti baru sehari berlalu

 

Atau

Mungkin ketika kau begitu putus asa

Menatap orang yang berada hanya sejengkal didepanmu

Tetapi tak ada satupun kata keluar sebagai tanda pembuka

 

Berbagai hal dapat terjadi

Menyesakkan atau tidaknya tergantung dirimu

Yang pasti, yang hanya kau seharusnya tahu adalah….

Yang paling menyesakkan selalu terasa dari hatimu

Sekeras apapun kau menutupi,

Rasa sakit itu tetap ada

Tak menghilang

Juga tak berkurang

 

 

posted under Puisi | No Comments »

Terrible Night

July28

Why I trembled so hard this night?

My heart usually numb–

Don’t feel anything

But this night,

It is really hurt

 

So many bad memories

That play in my head, repeatly

I try to avoid it like usual

But denial never solve anything

Or maybe only this time,

Denial cant solve my problem

 

Ah, it is easy to say

“Denial is not the best way to solve thing”

But in fact,

I only deny everytime it comes

Read the rest of this entry »

posted under Puisi | No Comments »

Selamanya itu apa?–Part 2

July10

Selamanya itu apa?

Ini kali kedua aku menanyakannya

 

Kupikir…

Aku hampir menemukan kata “selamanya”

Ternyata ketika aku mempercayainya

Kata itulah yang akhirnya membohongiku

 

Selamanya itu apa?

Dan tiba-tiba aku merasa sedih kembali

Hatiku sakit memikirkan kemungkinan

Bahwa akan terjadi perpisahan dalam waktu dekat

 

Kemudian,….

Aku membenci segala “pertemuan”

Hanya dalam sekejap

Ketika aku tahu pertemuan tidak mempertemukan kita

Pertemuan hanya mempertemukan kita dengan perpisahan

Dan kalau saja, kita akhirnya berpisah

Mengapa pula kita harus dipertemukan?

 

Tiba-tiba saja mendengar kata “perpisahan”

Benakku memutar kembali perpisahan pertamaku

Sewaktu SD—dengan kawan terbaikku

Dan sekarang….

Aku mulai merasakan hal yang sama

Read the rest of this entry »

posted under Puisi | No Comments »
« Older Entries